Warga Selimau Keluhkan Jalan Rusak, Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur

Pengendara roda melintas di salah satu titik jalan rusak di Selimau. Foto: Istimewa.

TANJUNG SELOR – Aktivitas warga di kawasan Tanjung Selor Timur semakin terganggu akibat kerusakan infrastruktur jalan yang kian parah. Pengguna jalan harus bertaruh keselamatan saat melintasi puluhan lubang yang menganga di sepanjang jalur utama.

Pemandangan memprihatinkan ini terlihat jelas di Jalan Diponegoro yang menghubungkan Selimau 1 hingga Selimau 3. Pantauan lapangan mencatat sedikitnya terdapat 111 titik lubang kecil dan 23 lubang berukuran besar yang siap menjebak pengendara.

Salah seorang warga setempat menuturkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan sangat meresahkan. Siti Budiyah menyebut jalur ini adalah akses vital bagi warga Sepunggur hingga Satuan Pemukiman atau SP 9 karena tidak ada jalan lain.

“Jalan ini jalur utama yang dilewati warga dari Selimau 2, Selimau 3, Sepunggur, sampai ke Satuan Pemukiman SP 6, SP 7, SP 8, dan SP 9. Jadi mau tidak mau tetap harus lewat sini,” ujar Siti Budiyah, Sabtu (17/1/2026).

Bahaya Debu dan Kecelakaan

Kerusakan diduga dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan berat seperti truk pengangkut aspal dan tanah timbun yang melintas setiap hari. Warga menilai kualitas perbaikan jalan selama ini hanya sekadar tambal sulam yang tidak bertahan lama.

Siti mengeluhkan perbaikan yang kerap dilakukan asal-asalan sehingga jalan kembali hancur dalam waktu singkat. Padahal kendaraan yang melintas bukan hanya motor pribadi melainkan juga kendaraan bertonase besar.

“Kerusakan ini sangat mengganggu. Perbaikannya sering hanya ditambal seadanya, tidak lama kemudian rusak lagi,” keluh Siti.

Penderitaan warga semakin lengkap dengan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat tergantung cuaca. Saat terik matahari jalanan menjadi berdebu yang menyesakkan dada sedangkan saat hujan berubah menjadi kubangan lumpur licin.

Tuntutan Perbaikan Menyeluruh

Risiko kecelakaan lalu lintas menjadi ancaman nyata bagi siapa saja yang melintas di kawasan tersebut. Warga lainnya bernama Siti Mutmainah menceritakan insiden pengendara motor yang celaka saat berusaha menghindari lubang jalan.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dengan mengutamakan kualitas material aspal. Perbaikan dengan semen cor dinilai tidak cukup untuk menjamin keselamatan warga dalam jangka panjang.

“Pernah ada kecelakaan karena pengendara motor menghindari lubang, tapi justru tersenggol kendaraan lain. Kondisi seperti ini jelas membahayakan,” kata Siti Mutmainah.

Bagikan
Berita terbaru

Porprov Kaltara II 2026, Malinau Fokus Rampungkan Venue Strategis

Warga Selimau Keluhkan Jalan Rusak, Panas Mandi Debu Hujan Mandi Lumpur

Singgung Aset Ratusan Miliar Dolar, Presiden Ingatkan Tanggung Jawab Moral Petinggi Pertamina

Syukuran HUT ke-8, Irjen Djati Wiyoto Ajak Personel Maknai Perjalanan Organisasi

Apresiasi Wagub Ingkong Ala untuk Dedikasi 8 Dekade Muslimat NU Kaltara

Joging Sore Jadi Momen Gubernur Kaltara Berinteraksi Tanpa Batas dengan Warga

APA YANG ANDA CARI?