TANJUNG SELOR – Genap berusia sewindu, Kepolisian Daerah Kalimantan Utara menggelar syukuran penuh makna di Tanjung Selor. Momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan ajang refleksi mendalam atas perjalanan panjang organisasi.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa delapan tahun adalah proses yang penuh dinamika. Institusi ini terus belajar dan berbenah demi memberikan pelayanan terbaik bagi publik.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik balik penguatan identitas korps Bhayangkara. Setiap anggota dituntut untuk bekerja menggunakan hati nurani dalam melayani warga.
“Mari kita jadikan usia ke-8 Polda Kalimantan Utara ini sebagai tonggak penguatan jati diri Polri yang bekerja dengan hati,” ujar Djati Wiyoto Abadhy, Senin (12/1/26).
Simbol Regenerasi Korps
Djati menekankan bahwa peringatan hari jadi harus dimaknai sebagai sarana evaluasi bersama. Tekad untuk memperbaiki diri harus sejalan dengan semangat reformasi yang terus digulirkan di tubuh Polri.
Rangkaian acara syukuran ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang sarat makna. Potongan pertama diserahkan Kapolda kepada Kompol Sarwidodo selaku personel dengan NRP tertua.
Sementara itu, potongan tumpeng kedua diberikan oleh Ibu Asuh Polwan Polda Kaltara Sari Djati Wiyoto Abadhy. Potongan ini diserahkan kepada Bripda Isro’atin Abdillah sebagai personel termuda di jajarannya.
Hal ini menyiratkan pesan regenerasi dan kesinambungan pengabdian dari senior kepada junior. Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Kapolda menutup pesannya dengan mengingatkan kembali esensi pengabdian polisi sebagai pelayan masyarakat. Ketulusan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Melayani dengan tulus, dan mengabdi sepenuh jiwa kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.